Phobia “Merrit”

Setiap bertemu tanggal dan bulan kelahiran, saya selalu berharap bahwa usia ini tidak ikut bertambah. *Lah? egois amat yak? wkwkwkwk* Itulah harapan saya, akhir-akhir ini. Bertambahnya kedewasaan dan usia ini, sungguh membat saya dilema. hoooohoo… Usia saya 2 bulan lagi 22 tahun, plus Insya Allah jadi sarjana juga di bulan itu. Amiiin. Nah, kebanyakan orang bilang sih usia yang cukup ‘matang’ untuk ‘menikah’ *ckckckckckck*

Dulu cuek-cuek ajah deh kalo da yang bilang ke mama

“haduuuh… anaknya udah gadis… bentar lagi diambil orang” *emangnya saya barang diambil-ambil!! Grrrrr*

“Wah, bentar lagi Bu Ida incuan (cucu)….”

Dulu? Masih bisa menjawab itu semua dengan SENYUMAN.

Sekarang? NYENGIR Lebaaaaar…..

Nyengir disitu bukan berarti bentar lagi saya memang mau merit, tapi memang sungguh belum terlintas di benak saya untuk menikah. Kata menikah, bisa membuat saya merinding. Entah karena saya seorang pemikir sehingga berpikiran yang berlebihan, atas hal ini. Tapi sungguh ini bisa membuat saya takut untuk menjalaninya. Pepatah bilang,pengalaman adalah guru terbaik (berharga). Oleh karena itu, saya selalu mendengarkan cerita teman-teman yang telah berkeluarga untuk diambil hikmah dan mencari solusi dari permasalahan tersebut yang mungkin saja nanti bisa terjadi terhadap saya *Naudzubillahimindzalik –__–”* .

"pengennya sih begini harmonis" ckckckck

"pengennya sih begini harmonis" ckckckck

Akhirnya saya mendengar dari orang yang paling ku cintai, orang yang paling ku percayai “Mama”. Beliau bercerita bagaimana beliau ketika pertama kali menjalani sebuah pernikahan. Janji-janji manis yang keluar dari mulut Ayah, Keluarga Ayah yang acuh, Keegoisan, konflik dan pada akhirnya mengalah dan berserah diri pada ALLAH SWT dengan menjalankan seluruh perintah-NYA.

Satu lagi hal yang buat saya makin seram membayangkannya, menurut teman saya (laki-laki), godaan saat setelah menikah itu subhanallah….. banyak. Apalagi masalah orang ke-3. Ditambah dengan usia masing-masing dari mereka yang terhitung masih agak labil. Bukan teman saja yang cemas memikirkannya, saya juga anehnya malah ikutan cemas. Takut. Hiks.. T,T

Seandainya ada yang mau membantu saya dalam menjawab semua hal ini…. Saya ingin menikah tapi … .????

Help me GOD!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s