Where are You Ninja!?

Image

Saat adzan subuh berkumandang, mimpi ku berhenti saat itu pula. Meskipun sebenarnya aku belum mau menghentikannya. Tapi apa daya, tangan-tangan lebut bunda sudah membukakan selimut dari tubuhku. “Ohh… Bunda.. aku masih ngantuk”, aku mengerang. Bunda tak menjawab seperti biasanya. Ya, aku sudah tahu bahwa beliau tidak akan menjawabnya. Sehingga aku pun harus bangun. Sebelum aku mengambil handuk keluar kamar, ku tengok kura-kura ninja di sudut kamar.

Kura-kura yang aku temukan di depan rumah beberapa bulan lalu yang ku beri nama NINJA. Ku bangunkan dia seperti biasanya dan mengelus-elus kepalanya. “Bangun ninja ku…”

Selesai mengerjakan kegiatan rutin pagi hari di rumah, aku segera berangkat kerja. Tapi sebelumnya aku pun selalu menengok kura-kura ku sambil memberinya makan. “Makan yang banyak ya ninja, aku berangkat dulu…”, Ninja ku pun berjalan menghampiri makanannya. Ninja ku sekarang sudah lebih besar dibandingkan saat aku menemukannya. Entah kenapa aku sangat menyayangi kura-kura ini. Padahal sebelumnya aku tidak terlalu menyukainya. Untuk memeganya pun aku geli. Seperti ada yang berbeda dengan kura-kura ini dan entah apakah itu. Aku tak terlalu memikirkannya.

***

Matahari sudah semakin menuju arah istirahatnya. Kini ia menuju arah barat lagi. Sungguh sangat tak terasa bekerja dari pagi hingga sore. Mungkin karena aku telah mencintai pekerjaan ini. Pekerjaanku bisa dibilang cukup melelahkan namun menyenangkan bagi ku pribadi. Aku bekerja  sebagai editor di sebuah majalah remaja. Sebuah cita-cita yang sejak dulu aku inginkan, dan akhirnya terwujud dengan susah payah, melawan permintaan orang tua ku yang ingin menjadikan anaknya seorang bidan. Berkat keteguhan ku yang kuat akhirnya mereka membiarkan aku menjalani apa yang aku mau dan akhirnya aku telah berhasil membuktikannya!

Jam di tangan ku telah menunjukkan pukul 17:00 WIB, dan aku masih menunggu kereta. Aku tidak pernah membawa kendaraan pribadi meskipun sebenarnya di rumah ada. Bukannya aku sombong, tapi dalam keadaan lelah sepertinya aku tidak cukup yakin untuk membawanya sendiri. Lebih aik aku memilih cara aman. Karena aku masih ingin hidup besama keluarga ku, meskipun aku sadar bahwa segalanya telah diatur Tuhan. Tapi tidak ada salahnya toh, kalau aku mengantisipasi sendiri.

***

“Assalamualaikum….”

Aku membuka pintu dan mencari-cari penghuni di rumah ini, dan ku temukan bunda yang sedang menonton berita bersama ayah. Aku pun mengahmpiri mereka dan menyalami mereka. Ku lihat saat itu juga adikku sedang asik dengan games barunya.aku pun langsung masuk kamar dan segera membersihkan diri. Selesai semuanya, aku menyapa ninja ku kembali, mengajaknya berbaring bersamka di atas ranjangku.

“Bagaimana hari ini Ninja? Makanan mu habis? Tadi aku sudah beli lagi di stasiun. Jadi stok makanan mu masih banyaaak…”

Ku pegang cangkangnya, dan ku putar-putar. Hingga kepalanya meliuk-liuk. Ah.. lucu sekali kamu ninja.

“Ninja, kamu yang paling setia menemani ku. Jangan nakal yaaa… nanti gak aku kasih makan lagi loh!” kata ku sambil mengangguk-anggukan seluruh tubuh ninja.

“Aku makan malam dulu ya ninja…”, ku letakkan kembali ninja ku kedalam akuarium kecil yang beriisi air tidak sampai setengahnya.

 ***

“Selamat malam ninja ku sayang…. Have a nice dream…”

***

Hari ini sepulang kerja aku tak langsung pulang ke rumah. Rekan sepekerjaan mengajakku untuk makan malam bersama. Dia yang traktir, katanya sih lagi dapat rezeki dari pacarnya. Aku sih bersukur-sukur saja, meskipun kadang aku juga berpikir “kapan aku punya pacar lagi ya…???” aku hanya bisa tertawa dalam hati kalo memikirkannya. Untuk kesekian kalinya aku mengalami putus cinta pada bulan kedelapan berhubungan. Entah kenapa aku selalu putus ketika usia pacaranku menginjak 8 bulan. Aku sempat mengutuk angka itu pada aknhirnya, namun lama-lama aku berpikir secara rasional kembali. Apa yang salah dengan angka 8? Memang aku nya saja yang sedang tidak beruntung. Akhirnya aku memutuskan untuk lebih selektif memilih cowok dan akhirnya kau telah mengalami kejombloan selama 2 tahun ini. Hahaaa….

***

“Aku pulaaaaaang……”

Sampai di kamar, aku melihat hewan lain di kamar Ninja. Hei… ada kura-kura baru! Buru-buru aku keluar mencari bunda.

“Bundaaa….!!! Siapa yang beli kura-kura baru dan menyimpannya bersama Ninja???”

“Ooo… itu. Tadi ada bapak-bapak yang jualan kura-kura di dekat toko bunda. Bunda jadi ingat kamu dan Ninja. Ninja kan sudah lama hidup sendiri, jadi bunda beli saja yang betinanya. Siapa tau nanti beranak pinak. Kamu kan jadi punya banyak…”, jawab mama dari dalam dapur.

“Makasih bunda….”, kata ku sumringah. “I love you mom”, kata ku dalam hati.

Aku kembali masuk kamar dan menghampiri Ninja dan teman barunya. Aku masih bingung mau menamai teman baru Ninja itu siapa. Aku belum menemukan nama yang cocok.

“Cie… ninja. Curang banget nih kamu. Udah ada pendamping hidup. Ahhh…. Kau bikin aku sirik!”, kata ku sambil mengetok cangkangnya Ninja. Ninja ku terlihat tersipu malu.

“Meskipun kamu sudah ada pendamping, jangan lupain aku yah… kan aku yang selama ini ngerawat kamu, ngasih makan kamu… apa lagi tar kalo pacar kamu itu beranak pinak dari kamu, haduh… kan aku juga yang repot. Heheee…. Gak deh, aku malahan seneng. Aku semakin gak kesepian jadinya. Awas yah kal tiba-tiba kamu hilang! Pergi dari aku!”, celetuk ku ke depan kepala Ninja.

Malam semakin larut, bulan di langit serasa semakin meninggi. Aku pun tertidur…

***

“Selamat pagi ninja! Selamat pagi penghuni baru! Makan yang banyak yah… aku berangkat kerja dulu….”

***

“Mil, aku punya piaran hamster baru dong di rumah…”

“Wah… kemajuan yah. Tumben jadi suka melihara juga. Hehee sepasang Cha?”, komentarku.

“Yup, kemarin kakandaku dating bawa-bawa itu hamster. Unyu-unyu deh hamsternya. Heheee… gimana piaraan ninja loe itu?”

“sekarang dia udah makin gede, eh udah punya pacar juga dia”, jawabku bangga.

“Widiiih… yang punyanya kalah dong sama piaraannya! Hahaaaa…”

“Sialan lu!”

***

“Asslamualaikum…. Aku pulang………!!!! Ninjaaaa….!!! Aku udah punya nama buat pacar kamu…”, aku segera berlari menuju kamar. Tapi aku tidak menemkan Ninja dalam aquarium. Aquariumnya pecah! Ninja! Kemana kamu? Aku cari dari pojok ke pojok kamar. Ke kamar mandi, sampai ke ruang keluarga juga. NINJA! KAMU KEMANA??!!!

“Bun… Ninja kemana??? Kok gak ada di aquarium??”

“Loh, Bunda juga baru pulang beberapa menit sebelum kamu pulang. Coba Tanya sama si ade..”

Aku memasuki kamar adek ku.

“De, liat Ninja gak? Aquariumnya pecah de!”

“Lah, ade gak tau. Aquariumnya kesenggol Micki kali… (Micki adalah nama kucing peliharaan ayah ku)”

“OMG!!! NINJA!!! DIMANA KAMU!!??”, air mataku pun menetes saat itu pula.

Look into your heart, you will find
There’s nothin’ there to hide
Take me as I am, take my life
I would give it all, I would sacrifice

Don’t tell me it’s not worth fightin’ for
I can’t help it, there’s nothin’ I want more
You know it’s true
Everything I do, I do it for you
Oh yeah

There’s no love, like your love
And no other, could give more love
There’s nowhere, unless you’re there
All the time, 

all the way, (Bryan Adams-Everything I do)

Cause I did enough to show you that I
Was willing to give and sacrifice
And I was the one who was lifting you up
When you thought your life had had enough
And when I get close, you turn away
There’s nothing th
at I can do or say

So now I need you to tell me the truth
You know I’d do that for you
So why are you running away?
Why are you running away? 
(Hoobastank _ Running Away)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s