Untuk Semua yang Luar Biasa ^^

Ketika itu…
Diawali dengan rasa takut, gugup dan bingung harus bagaimana dan apa yang harus dilakukan nanti. Ini adalah benar-benar pengalaman pribadi yang sanggup membuka mata dan hati kita bahwa kehadiran mereka bukan untuk di lecehkan atau dibiarkan. Tapi mereka ada karena mereka mampu menyadarkan kita betapa berharganya hidup.
SLB atau Sekolah Luar Biasa. Ternyata menyimpan banyak makna yang berarti dalam hidup. Bila kamu bisa mengenal mereka lebih dekat. Sedikit takut dan bingung adalah wajar ketika kamu memasuki gerbang sekolah ini.
Dibagian pojok sebelah kiri di hari senin pagi nan cerah, terlihat beberapa siswa perwakilan SLB-B tingkat SD-SMA dan SLB-C tingkat SMP dan SMA sedang melaksanakan upacara bendera bersama sebagian guru mereka. Sedangkan disebelah kanan, terlihat sekumpulan bocah TK SLB-B sedang menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti gerak guru didepannya. Mereka tidak lain tidak bukan sedang melakukan senam pagi. Sebagian bocah dibantu oleh guru-guru yang lain juga ibu-ibunya untuk menggerakan tubuh mereka karena matanya tampak kosong entah melamunkan apa. Terkadang, sesekali ada yang mencoba melarikan diri dan langsung berlari ke arah gerbang. Tanpa tahu sebenarnya ia ingin kemana dan mau apa?
Memasuki sekolah ini lebih dalam, semakin banyak yang dapat kamu lihat. Ketika kamu melewati mereka, tanpa malu mereka menyapamu. Namun ketika kamu senyum barulah tampak wajah-wajah malu mereka. sebenarnya mereka pemalu, lalu kenapa mereka selalu harus dibedakan? Dispesialkan?
SLB-B, disinilah para tuna rungu maupun tuna wicara bertempat. Mereka hidup dengan bahasanya. Melatih diri setiap hari agar ia dapat membuktikan bahwa mereka bisa menjadi kebanggaan dikeluarganya.
Lebih Luar biasa dibandingkan SLB-B. SLB-C adalah tempat dimana para tunagrahita bertempat. Di sinilah para cacat mental berkumpul. Lebih dari SLB-B, karena para cacat mental tekadang ada yang dapat berkomunikasi ada pula yang tidak sama sekali. Terkadang mereka hanya bisa menjerit, berlari dan menangis semaunya. Meskipun umur, wajah dan terkadang perawakannya besar namun ketahuilah bahwa hatinya putih, bersih nan polos.Tapi siapa yang tahu bahwa didalam hati mereka, mereka kesepian dan ingin diperhatikan. Ingin disayangi seperti orang normal lainnya, juga ingin dicintai.
Bukan perbedaan yang mereka butuhkan, tapi kasih sayang dan pengertian untuk mereka. Jangan beranggapan bahwa mereka kelak tidak dapat menjadi manusia yang bermanfaat, karena mereka sesungguhnya dapat dilatih, dan dirangsang terus otaknya dapat terus berkembang. Yakinlah, bahwa semua semua yang dilakukan untuk mereka tidaklah sia-sia. Tidak hanya latihan dan rangsangan otak yang mereka perlukan, mereka juga butuh support dari orang tua mereka juga dari kita.
Percaya atau tidak, ketika mereka dapat tersenyum lebar, tertawa bersama, membawa keindahan tersendiri dalam diri ini. Aku turut bahagia melihat mereka senang. Entah perasaan apa yang masuk dalam diri ini, namun kebahagian tulus yang mereka tampakkan sanggup memberikan kedamaian dalam hati ini.
Tanpa ragu dan malu mereka bisa menampakkan rasa kasih sayang mereka terhadap temannya yang sedang tersinggung atau terluka. Merangkul, memeluk mereka. saling menghargai satu sama lain tanpa melihat gender dan berasal dari ekonomi apa. Inilah yang jarang ada dalam kehidupan manusia normal sekarang. Masing-masing saling mementingkan urusannya sendiri bahkan teman pun dapat menjadi lawan. Bisakah kita belajar dari kehidupan mereka?
Tidak pernah terbersit oleh ku bahwa profesi guru itu akan sangat menarik. Namun kali ini pemikiranku tentang guru berubah. Aku senang, bangga melihat sosoknya. Apa lagi untuk guru di sekolah luar biasa ini. Sangat dituntut kesabaran, dan ketelatenan. Sangat indah ketika aku melihat guru tersebut dapat tersenyum lebar meskipun anak-anak disekitarnya rewel dan sulit diatur. Namun tangan halusnya disertai hati yang tulus mampu menyelesaikan semuanya. Dan aku mulai mencintai profesi ini. Meski aku bukanlah calon guru SLB.
Waktu yang pendek terasa panjang saat itu. Dan akhirnya tibalah waktunya berpamitan. Ucapan salam mengkakhiri perjumpaan itu. Juga senyum tulus yang terus ada hingga depan gerbang pertama.
Hidup ini indah, jika kita tahu bagaimana kita harus menjalaninya. Hidup itu mampu memberikan makna dan arti yang sangat luas. Hidup dapat menyadarkan kita betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan YME. Bersyukurlah kita sebagai manusia normal, dapat langsung memakai fasilitas yang telah Allah SWT beri. Meski kita normal namun tidak bisa hidup seluar biasa mereka. Maka tetaplah rendah hati dan saling menghargai. Perbedaan yang ada bukan untuk di bedakan namun untuk kita pahami bahwa kita hidup saling memiliki.
Ya Allah, terimakasih atas semua nikmat yang kau berikan. Betapa rasa syukur ini tak henti-hentinya terpanjatkan hanya kepada-MU. Terimakasih atas kehidupan yang KAU beri. Semoga aku dapat terus berjalan dijalan-MU, dan terus berada disamping-MU. Amiiin.

Untuk semua yang Luar Biasa
I Love U all…

*witta

Selamat datang di SLB-B & C DHARMA WANITA BOGOR ^^

Selamat datang di SLB-B & C DHARMA WANITA BOGOR ^^

Dari kiri ke kanan : Septian, Retno, Riska, Nunu, Afi dan Winu :)

Dari kiri ke kanan : Septian, Retno, Riska, Nunu, Afi dan Winu🙂

Dari Kiri Ke kanan : Ade, Riska, aku, Afi, dan Novi.🙂

Indah bukan senyum mereka?🙂

Terima Kasih untuk wawancaranya Afi…😀

Terima KAsih Ibu, telah membantu kami.🙂

Sampai jupa kembali teman2 SLB Dharma Wanita🙂

<a href=”http://www.indonesiaberkibar.org”><img src=”http://indonesiaberkibar.org/sites/all/themes/images/GIB-3.jpg&#8221; style=”width: 300px; height: 300px;” /></a>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s