They Call It . . . ?

Image

Langit bilang tak mengenal fisik.

Tapi dunia bilang itu bohong.

Entah ada apa dibalik rencana ini.

Langit pun tak mampu menjawab.

Sayangnya hal itu membuatnya semakin terpuruk.

Sakitnya yang sungguh luar biasa itu terbiar dan terbias sudah oleh waktu.

Waktu memang paling mudah berlalu namun tak mampu menghapus kuat apapun yang pernah ada. Dan ia pun berlalu.

Dan untuk keduakalinya aku mendapatkannya. They call it hurts.

Ada yang berharap hidupnya sesempurna putra/i kerajaan yang mampu mengabulkan segala permintannya. Tanpa mereka sadari bahwa mereka tak kan mendapatkan kepuasan. Seperti apa yang kurang pada diri ini. Segala salah yang menurutnya ketika muncul dihadapan adalah jadi aku yang akui. Dia selalu bilang dia sama. Namun dia bilang dia pun mau berusaha untuk mengubahnya. Tapi perubahannya itu menurut buku dan kakaknya adalah baik. Namun bagiku itu menyakiti. Dia selalu merasa telah benar juga ucapan kakaknya dan buku-buku yang mendukung. Sebenarnya itu semua membuatku merasa semakin kecil.

Aku memang tak mampu menjadi begitu sempurna meskipun Tuhan telah menciptakan aku begitu sempurna. Adanya definisi kesempurnaan yang manusia buat, menghasilkan rangkaian opini yang saling melengkapi dan adapula yang saling bertoak belakang.

Aku tak mampu berkelit kata dihadapan orang yang kusayangi. Aku sanggup menepis segala luka yang ada ketika berhadapan denganna. Meskipun sebenarnya banyak kata yang ingin terucap. Namun semua tak ada yang sanggup keluar karena aku menyayanginya. Setelah ia tak ada di hadapanku, aku kembali terpuruk dalam ketiadaan. Dan rasa sakit itu begitu menghujam.

Hari-hari berlalu dngan cuaca yang mulai sering berganti. Curah hujan yang meningkat selalu bersamaan dengan rasa tawar yang hadir melewati sang waktu. Ia menghilang lagi. sama sepertiKeenanyang selalu menghilang dariKugy (Perahu Kertas). Banyak hal yang membuatku harus terus diam dalam senyum yang selalu hadir di depan keluarga, teman, sahabat.

Namanya ia panggil lagi dengan suka cita yang parah. Dan lagi-lagi itu membuat mataku memerah. Ia tak pernah memanggil namaku sebahagia itu. Itu adalah kali kesekian aku melihat panggilanmu terhadapnya.It’s hurt.

I’m sorry

I can’t be like her

She’s so beautiful than me

She’s everything than me and everything for you

I don’t want to lose this

But I think

I must choose the chances

I don’t wanna be hurt anymore

I don’t wanna all be move

For a simple words

They call it’s over.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s