Apr 26 : Ampuni Aku

Kala waktu subuh berkumandang
Dan aku tetap dalam dekapan malam
Enggan melepas bentuk kehangatan
Akhirnya aku melepas subuh itu
Kala matahari kian meninggi dan waktu duhur memanggil
Tubuh enggan bangkit dari kursi empuk dan hawa sejuk dalam ruang yang kecil
Dan aku melepas waktu itu
Kala sang surya kembali
Dan aku bergegas saja melarikan diri
Sungguh ruginya aku
Kala terbenamnya matahari
Dan aku malah terlelap
Terlalu asik dengan mimpiku
Hingga bulan dan bintang datang menjelang
Kini diri ini hanya bisa mnelungkup malu dihadapan-Mu
Ampuni aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s